Drillhole

Best Practices Logging Drill Core: Dari Geotech ke Model Geologi

Logging core adalah tempat model geologi Anda dimulai — bukan di software, tapi di core shed. Logging buruk menghasilkan model buruk. Ini workflow yang saya pakai di setiap proyek Indonesia.

Saya menghabiskan lebih banyak jam di core shed daripada yang ingin saya hitung. Bau diesel dari rig, dengung saw, debu di mata — bukan kerja glamor. Tapi ini kerja paling penting di seluruh pipeline resource estimation.

Model geologi Anda dibangun di atas tiga hal: collar drillhole, downhole survey, dan core log. Dua pertama mekanis. Ketiga — core logging — interpretif. Di sinilah pengetahuan geologist diterjemahkan menjadi data yang model gunakan. Salah dan tidak ada geostatistik yang bisa menyelamatkan Anda.

Postingan ini membahas workflow core logging yang saya pakai di proyek Indonesia, dari menerima core hingga delivering log tervalidasi yang feed langsung ke model geologi.

Workflow core logging

1. Penerimaan dan penanganan core

Core tiba di shed dalam core box, biasanya 3m per box untuk NQ core (47.6mm diameter). Hal pertama yang saya lakukan adalah verifikasi:

  • Label box match program drilling — hole ID, nomor box, range kedalaman
  • Kedalaman ditandai di core — setiap 1m atau 3m dengan depth block
  • Core recovery dihitung dan ditandai — recovery = recovered length / drilled length
  • Core oriented kalau pengukuran struktural diperlukan

Masalah umum di proyek Indonesia: Core dikirim basah, dan lumpur menyulitkan melihat kontak litologi. Biarkan kering minimal 2-3 jam sebelum logging. Core basah menyembunyikan tekstur, mineralisasi, dan hubungan kontak.

2. Logging geologi

Ini inti kerja — core of the work, pun intended. Log geologi menangkap:

Lithology: Tipe batuan apa ini? Bukan hanya “andesit” atau “dasit” — spesifik. “Andesit porfiritik dengan 15% fenokris plagioklas (2-5mm) dalam groundmass berbutir halus.” Level detail penting karena litologi mendorong domain separation, dan domain separation mendorong seluruh estimasi.

Alteration: Apa yang terjadi pada batuan ini sejak terbentuk? Untuk sistem epithermal dan porfiri Indonesia, saya log:

  • Tipe alteration (propilitik, argilik, advanced argilik, silisik, potasik)
  • Intensitas alteration (skala 1-5: 1=faint, 5=complete replacement)
  • Mineral alteration terlihat (kuarsa, kaolinit, alunit, klorit, epidot, biotit)
  • Distribusi (pervasive, vein-controlled, patchy)

Mineralisasi: Mineral ore apa yang ada, dan bagaimana?

  • Spesies sulfida (pirit, kalkopirit, bornit, sfalerit, galena)
  • Persentase sulfida (estimasi visual, dikalibrasi terhadap assay)
  • Kemunculan (disseminated, vein, fracture-controlled, massive)
  • Ukuran butir (fine <0.5mm, medium 0.5-2mm, coarse >2mm)

Struktur: Fitur struktural yang terlihat

  • Vein (tipe, orientasi, lebar, isi)
  • Fraktur (tipe, densitas, orientasi kalau core oriented)
  • Sesar (gouge, breccia, slickenside)
  • Kontak (gradational, sharp, sheared)

3. Logging geoteknik

Sering skip atau dilakukan buruk, tapi critical untuk open pit design dan geomekanics underground:

  • RQD (Rock Quality Designation): Jumlah potongan intact lebih panjang dari 10cm, dibagi total run length. RQD >75% ground bagus. RQD <25% sangat buruk.
  • Frekuensi fraktur: Hitungan fraktur per meter
  • Hardness: Skala 1-5 (1=bisa digaris kuku, 5=tidak bisa digaris pisau)
  • Weathering: Skala 1-5 (1=segar, 5=residual soil lengkap)

Untuk deposit Indonesia dengan profil pelapukan dalam, log weathering sangat penting. Transisi dari fresh rock ke residual soil bisa terjadi dalam 5-10m atau 50-80m, dan boundary-nya menentukan di mana open pit berhenti praktis.

4. Sampling

Keputusan sampling saat logging mempengaruhi seluruh estimasi:

  • Interval sample harus respect boundary geologi. Jangan split sample melintasi kontak litologi.
  • Panjang sample harus konsisten dalam domain — biasanya 1m, tapi 0.5m untuk vein sempit dan 2m untuk zona disseminated.
  • Sample seluruh zona bermineralisasi plus 3-5m hangingwall dan footwall. Ini menangkap gradien grade di boundary.
  • Jangan sample obvious waste — tapi dokumentasikan kenapa tidak. “No sample — kuarsit barren, di-log tapi tidak di-sample” lebih baik dari gap di record assay.

Aturan half-core: Belah core memanjang. Setengah ke lab, setengah tetap di box sebagai referensi. Gunakan diamond saw — bukan pahat — untuk memastikan split bersih dan representatif. Untuk zona high-grade, kadang pakai quarter-core, dengan satu quarter untuk assay, satu untuk testwork metalurgi, dan setengah retained.

5. Fotografi

Fotografi setiap core box sebelum dan sesudah logging. Gunakan pencahayaan konsisten, scale bar, dan color reference card. Foto adalah:

  • Record permanen bagaimana core terlihat saat logging
  • Referensi untuk re-interpretasi kalau model geologi berubah
  • Evidence untuk due diligence — kalau pembeli tanya “tunjukkan core dari zona high-grade,” Anda harus menghasilkan foto

Tip khusus Indonesia: Kelembapan tinggi di core shed menyebabkan kondensasi di lensa kamera. Simpan silica gel di tas kamera dan biarkan lensa aklimatisasi 10 menit sebelum shoot.

Kesalahan logging umum

“Copy-paste” logging

Drillhole di atas punya “andesit” dari 0-200m, jadi yang di bawah mungkin juga. Tidak. Log setiap meter secara independen. Saya pernah lihat proyek di mana 80% log identik karena logger copy dari hole berdekatan. Model geologi tidak berguna.

Logging dari ingatan

“Saya log deposit mirip tahun lalu, saya tahu seperti apa alteration-nya.” Anda tidak tahu. Log apa yang ada di box di depan Anda, bukan apa yang Anda ingat. Assemblage mineralogi bervariasi signifikan antar deposit, bahkan dalam district yang sama.

Terminologi tidak konsisten

Logger A menyebut “alterasi argilik.” Logger B menyebut “alterasi lempung.” Logger C menyebut “advanced argilik.” Ketiganya melihat batuan yang sama. Sekarang model domain Anda punya tiga domain untuk satu zona alterasi.

Fix: Buat code sheet logging spesifik proyek sebelum drilling mulai. Setiap logger pakai code yang sama. Review log mingguan untuk konsistensi.

Tidak kalibrasi estimasi visual

Kalau Anda log “5% pirit,” apakah itu 5%? Kebanyakan geologist underestimate persentase sulfida — estimasi visual 5% sering 8-12% by weight. Kalibrasi estimasi visual dengan membandingkan ke hasil assay. Kalau “5% pirit” Anda konsisten assay 10% S, sesuaikan estimasi.

Mengabaikan zona transisi

Transisi oksida-sulfida di deposit Indonesia adalah tempat kebanyakan model geologi gagal. Boundary irregular, mineralogi campuran, dan recovery metalurgi berubah dramatis. Log zona transisi detail — code logging terpisah untuk “oksida,” “mixed,” dan “sulfida,” dengan sub-code untuk derajat oksidasi.

Workflow digital

Core logging modern menggunakan tablet atau laptop langsung di core shed. Ini eliminasi error transkripsi dan enable validasi real-time:

  • Depth check — sistem flag overlapping atau missing interval
  • Code validation — typo ditangkap segera
  • Visual summary — strip log generated on the fly menunjukkan pattern dan inkonsistensi

Kalau Anda masih logging di kertas dan transkripsi nanti, Anda menambah sehari kerja per hole dan memperkenalkan error transkripsi. Tablet ruggedized dengan software logging bayar sendiri dalam sebulan.

Intinya

Core logging bukan data entry. Ini interpretasi geologi di level paling fundamental. Setiap keputusan yang Anda buat di core shed — setiap kontak yang Anda gambar, setiap code alteration yang Anda assign, setiap interval sample yang Anda definisikan — propagates melalui seluruh pipeline resource estimation dan muncul di block model akhir.

Luangkan waktu. Log konsisten. Dokumentasikan reasoning. Fotografi semuanya. Geologist yang melakukan ini dengan baik menghasilkan model yang bertahan dari eksplorasi hingga produksi. Yang tidak, menghabiskan tahunan menjelaskan kenapa model tidak match tambang.

Part of the Orebit ecosystem — geological workflow tools for drillhole validation, resource estimation, and JORC/KCMI reporting.
→ Explore GeoSuite

Try it

Try the toolkit this article uses.

Orebit GeoSuite — single-file HTML, works offline, no install. From CSV to resource report in one afternoon.

Explore GeoSuite →
# From this article:
open geosuite.orebit.id
load(your_drillhole.csv)
apply(workflow_above)

# Done. Ship the report.