Compositing

Compositing 101: Cara Memilih Composite Length yang Tepat

Composite length adalah salah satu keputusan paling berpengaruh sekaligus paling jarang dibahas dalam estimasi sumber daya. Ini kerangka kerja teruji di lapangan untuk memilih yang tepat.

Compositing adalah langkah yang sering dilewati semua orang. Catatan kuliah bilang “composite ke length yang seragam sebelum kriging” dan analis langsung pilih 2m karena itu yang dipakai di proyek sebelumnya. Selesai.

Padahal composite length adalah salah satu keputusan paling berpengaruh di seluruh pipeline estimasi. Dia mengontrol support data input kamu, variance yang sedang kamu coba modelkan dengan variogram, dan pada akhirnya kehalusan estimasi block kamu. Salah pilih, dan sisa pekerjaanmu jadi melawan input yang didefinisikan dengan buruk.

Tulisan ini adalah kerangka kerja praktisnya. Bukan geostatistik yang lengkap, hanya apa yang perlu kamu pikirkan dan apa yang harus dihindari.

Kenapa kita melakukan compositing sama sekali

Assay drillhole mentah disampling pada interval yang tidak teratur. Proyek tipikal punya interval 0,5m di zona bijih, interval 1m atau 2m di hangingwall dan footwall, dan sesekali interval 3m di tempat logging menyebut batuan itu waste. Mencampur support-support itu dalam satu estimasi adalah masalah karena:

  • Variance berubah seiring support. Sample pendek lebih bervariasi dibanding yang panjang (support effect). Variogram yang difit ke data dengan support campuran jadi tidak bermakna.
  • Bobot yang setara butuh support yang setara. Kriging memberi bobot pada sample untuk mengestimasi sebuah block. Kalau sample-mu 0,5m dan 3m, sample 3m menyumbang lebih banyak batuan ke rata-rata dibanding yang tersirat dari bobot kriging-nya. Estimasinya jadi bias.
  • Kontrol domain butuh interval yang konsisten. Pembuatan composite memungkinkan kamu menyetel interval ke batas domain litologi atau pelapukan dengan rapi.

Solusinya adalah compositing: membuat ulang sample pada length yang seragam, dibobotkan oleh panjang interval di dalam setiap composite.

Tiga length yang saling tarik-menarik

Saat kamu memilih composite length, tiga batasan saling bertarung:

  1. Sample length: rata-rata interval assay mentah. Composite yang lebih pendek dari ini berarti mengarang data. Composite yang lebih panjang dari sekitar 4 sampai 5x rata-rata sample length akan over-smooth.
  2. Selective Mining Unit (SMU): block bijih terkecil yang secara praktis bisa diekstraksi mining secara selektif. Composite harus selaras dengan support yang benar-benar diberikan mining.
  3. Bench height: interval vertikal tempat mining akan bekerja. Composite harus menjadi pembagi dari bench height supaya block model menyetel dengan rapi.
Batasan Rentang tipikal Pengaruh pada composite
Sample length 0,5m sampai 3m Batas bawah composite
SMU 2,5m sampai 10m Batas atas composite untuk selektivitas
Bench height 5m sampai 15m Composite harus membagi bench secara rata
Block size (kriging) 30 sampai 50% dari spasi drillhole Composite biasanya 25 sampai 50% dari tinggi block

Jawaban jujurnya, composite length berada di zona tumpang tindih ketiga batasan ini. Tidak ada satu angka yang benar, tapi biasanya ada rentang yang bisa dipertahankan, dan di dalam rentang itu ada default yang masuk akal.

Pohon keputusan praktis

Pakai ini saat kamu menatap database baru dan perlu memilih composite length:

Q1: What's the average raw sample length?
    └─ Call this L_sample

Q2: What's the planned bench height?
    └─ Call this H_bench

Q3: What's the planned SMU height (often = bench, sometimes half-bench)?
    └─ Call this H_smu

Composite length L_comp should satisfy:

   L_sample <= L_comp <= H_smu / 2

   AND  L_comp divides evenly into H_bench (so block models snap)

   AND  L_comp >= P75 of raw sample lengths (avoid creating composites
                                              shorter than most samples)

If multiple values satisfy: pick the one closest to L_sample.
If nothing satisfies: revisit either the bench height assumption
                     or the sample protocol on this project.

Contoh terapan: rata-rata assay mentah 1,0m, P75 sample length mentah 1,0m, bench height rencana 5m, SMU rencana 5m.

  • Batas bawah: 1,0m
  • Batas atas: 5/2 = 2,5m
  • Pembagi bench: 1,0m, 1,25m, 2,5m, 5,0m
  • Disaring ke rentang: 1,0m, 1,25m, 2,5m
  • Paling dekat ke L_sample: 1,0m, tapi itu tidak memberi manfaat compositing apa pun. Pilih 2,5m sebagai composite terbesar yang masih bisa dipertahankan dan tetap menghormati SMU/2.

Default yang masuk akal untuk banyak proyek porphyry dan emas disseminated berakhir di 2m atau 2,5m. Endapan berlapis (bedded) dengan bench 5m sering ke 2,5m. Proyek vein bawah tanah kadang lebih pendek (1,0m sampai 1,5m) untuk menjaga variabilitas grade tinggi.

Fixed-length versus menghormati geologi

Ada dua skema compositing utama:

Fixed-length compositing

Drillhole dibagi menjadi interval seragam (misalnya 2m), dimulai dari collar (atau dari atas sample pertama). Setiap composite mendapat length yang sama, tak peduli jatuh di litologi mana. Beberapa composite di batas domain akan menjadi campuran litologi.

Kelebihan: sederhana, konsisten, gampang divalidasi.

Kekurangan: composite yang menyeberangi batas domain akan mengencerkan domain grade tinggi ke domain grade rendah. Kalau 30% composite-mu adalah campuran domain, statistik domain-mu akan tercemar.

Honored-geology compositing (residual length)

Drillhole dibagi menjadi interval 2m di dalam setiap domain secara terpisah. Di batas domain, sisa interval residual entah dijaga pendek, dibuang, atau digabung dengan composite same-domain yang bersebelahan kalau tersedia.

Kelebihan: setiap composite menjadi milik satu domain dengan bersih. Statistik domain jadi bersih.

Kekurangan: composite length tidak seragam sempurna, jadi kamu harus memutuskan apa yang dilakukan dengan residual. Composite 0,4m di dasar zona bijih sering dibuang (support-nya tidak cukup dan menambah noise).

Default: composite di dalam domain. Composite campuran domain adalah pukulan diam-diam ke kualitas data yang tidak muncul sampai kamu fit variogram dan bingung kenapa sill-nya begitu tinggi.

Kalau kamu bekerja dari flat-file CSV tanpa domain yang dikodekan, lakukan pengkodean domain dulu, baru compositing. Jangan composite data mentah lalu coba menetapkan domain ke composite belakangan. Error batasnya akan berlipat.

Menangani interval yang hilang

Data drill nyata punya celah:

  • Lost core (“no recovery”)
  • Sample yang dilewat (assayer kehabisan kantong)
  • Nilai di bawah detection limit
  • Overburden pre-collar yang tidak disampling

Untuk masing-masing, aturan compositing harus eksplisit:

  • Lost core / interval hilang: composite yang memuat celah harus diberi flag dan entah ditolak kalau celahnya lebih dari sekitar 25 sampai 30% dari composite length, atau dijaga dengan rata-rata length-weighted hanya atas bagian yang diassay. Dokumentasikan apa pun pilihannya.
  • Nilai BDL: konversi ke placeholder numerik sebelum compositing (biasanya setengah dari detection limit, kadang detection limit, tergantung konvensi). Meng-composite BDL sebagai nol adalah error umum yang membuat bias ke bawah.
  • Overburden pre-collar: biasanya mulai compositing dari atas bedrock, bukan dari collar.
  • Residual akhir lubang: beberapa meter terakhir sering menghasilkan composite pendek. Jaga kalau panjangnya minimal setengah dari target length. Buang atau gabung dengan composite sebelumnya kalau lebih pendek.
# Pseudo-rule for handling residuals
if residual_length >= target_length * 0.5:
    keep_residual_as_short_composite()
elif residual_length > 0:
    if previous_composite_same_domain:
        merge_with_previous()
    else:
        drop_residual_with_log_entry()

Kasus tepi atas-lubang dan dasar-lubang

Dua kasus tepi spesifik yang sering bikin orang tersandung:

Atas-lubang: composite pertama sering mulai di overburden atau pre-collar. Kalau sample pertama tidak mulai di kedalaman nol, composite pertama harus mulai di kedalaman tersampling pertama, bukan di kedalaman nol. Kalau tidak, composite pertama akan dipadati nol implisit yang tidak ada di data.

Dasar-lubang: lubang yang berakhir di mineralisasi (bukan di fresh waste) sering punya composite parsial terakhir. Ini data yang informatif, apalagi kalau composite terakhirnya punya grade tinggi, karena itu menandakan lubang berhenti sebelum endapannya habis. Jaga ini dan beri flag. Mereka berguna untuk perencanaan pengeboran perluasan meski konservatif untuk estimasi sumber daya.

Kapan TIDAK perlu compositing

Compositing tidak selalu pas. Tiga kasus di mana kamu harus membiarkan data mentah apa adanya:

  1. Kampanye satu-sample-per-interval: lubang sangat pendek, scout drilling, atau auger sampling di mana kamu punya satu sample per lubang. Meng-composite nol jadi nol tidak membantu.
  2. Variabel non-grade yang tidak bermakna terhadap length: pH, kekerasan, density (kadang), dan variabel kategorikal apa pun. Composite grade; bawa kode domain tanpa diubah.
  3. Sampling geometalurgi dengan support yang sengaja bervariasi: kalau protokol sampling-mu sengaja mengambil sample pada support berbeda untuk alasan metalurgi, jangan homogenkan dengan compositing aritmetik. Pakai sample asli untuk pekerjaan met, dan composite secara terpisah untuk estimasi sumber daya.

Contoh terapan: assay mentah 1m menjadi composite 2m untuk estimasi OK

Setup: copper porphyry, 60 lubang, assay mentah 1m, P75 sample length 1,0m, bench rencana 4m, SMU 4m. Dari pohon keputusan:

  • Batas bawah: 1,0m
  • Batas atas: SMU/2 = 2,0m
  • Pembagi bench: 1,0m, 2,0m, 4,0m
  • Disaring ke rentang: 1,0m, 2,0m

Pilih 2,0m. Domain-honored compositing di dalam tiga litologi yang dikodekan (oxide, transition, sulfide).

# Pseudo-workflow
composites = composite_drillholes(
    assays=raw_assays,
    domains=lithology,
    target_length=2.0,
    method="honor_domain",
    residual_threshold=0.5,   # keep residuals >= 1.0m
    weighting="length_weighted",
    bdl_value=0.5 * detection_limit,
)

# Result: 1521 raw samples become 768 composites
# - 720 full-length composites (2.0m exactly)
# - 35 partial composites at domain boundaries (1.0m to 1.9m, kept)
# - 13 short residuals dropped (logged)
# - 4 mixed-domain composites flagged (logged for review)

Validasi setelah compositing:

Pengecekan Assay mentah Composite 2m Catatan
Rata-rata Cu (%) 0,42 0,42 Length-weighted, harusnya cocok
Variance 0,31 0,21 Variance lebih rendah, sesuai harapan (support effect)
Jumlah sample 1521 768 Kira-kira separuh, sesuai harapan
Jumlah mixed-domain n/a 4 Bisa diterima, terdokumentasi
Integritas domain 100% 99,5% 4 composite campuran domain diberi flag

Rata-rata grade-nya cocok (compositing length-weighted menjaga rata-rata global). Variance-nya turun (itu seluruh inti dari compositing). Integritas domainnya cukup tinggi untuk lanjut ke analisis variogram per domain.

Validasi setelah compositing

Selalu jalankan pengecekan ini sebelum lanjut ke variography:

  • Penjagaan rata-rata grade: rata-rata composite harus cocok dengan rata-rata mentah dalam batas pembulatan. Kalau tidak, length-weighting-mu rusak atau penanganan BDL-mu bergeser.
  • Distribusi length: composite length harus mengelompok rapat di target length. Distribusi bimodal berarti penanganan residual tidak konsisten.
  • Kemurnian domain: jumlah composite campuran domain harus kecil (kurang dari 5% dari total).
  • Statistik per domain: rata-rata, variance, dan jumlah per domain harus masuk akal secara geologis. Domain vein dengan rata-rata grade yang sama dengan host rock berarti definisi domain-mu yang salah, bukan compositing-mu.

Kalau composite dan data mentahmu berbeda rata-rata global lebih dari 1 sampai 2%, cari bug-nya sebelum fit variogram. Jangan lanjut.

Di mana Orebit GeoSuite berperan

Phase 02 (Orebit Assay) menangani compositing sebagai langkah standar dalam workflow:

  • Otomatis menyarankan composite length berdasarkan distribusi sample mentah dan ukuran bench yang disimpulkan
  • Default ke honor-domain compositing saat kode domain tersedia
  • Memberi flag pada composite campuran domain untuk ditinjau
  • Mencatat setiap keputusan residual (dijaga, dibuang, digabung) dalam CSV yang bisa diekspor
  • Mengeluarkan tabel validasi yang menampilkan penjagaan rata-rata, pengurangan variance, dan kemurnian domain per proses composite

Kamu bisa override setiap default. Saran otomatisnya adalah titik awal, bukan batasan.

Untuk langkah hulu dan hilirnya, lihat validasi drillhole untuk persiapan data dan variography untuk langkah berikutnya.

Coba Core gratis → · Ambil bundle — Rp 99K → (modul satuan Rp 49K · sekali bayar · jadi milikmu selamanya)

Intinya

Composite length bukan default. Itu sebuah keputusan. Letakkan sample length, SMU, dan bench height di depanmu. Pilih composite length yang menghormati ketiganya. Hormati domain. Dokumentasikan residual. Validasi bahwa rata-rata global terjaga.

Lalu lanjut ke variogram dengan tahu input-mu bersih. Sebagian besar perdebatan variography yang pernah kulihat di antara geolog senior adalah gejala hilir dari keputusan compositing yang dibuat ceroboh. Lakukan langkah ini dengan benar dan sisa workflow-nya jadi lebih mudah.


Sedang menghadapi keputusan compositing yang pelik dan mau pendapat kedua? Email hello@orebit.id dengan histogram sample mentah dan bench height kamu.

Part of the Orebit ecosystem — geological workflow tools for drillhole validation, resource estimation, and JORC/KCMI reporting.
→ Explore GeoSuite

Try it

Try the toolkit this article uses.

Orebit GeoSuite — single-file HTML, works offline, no install. From CSV to resource report in one afternoon.

Explore GeoSuite →
# From this article:
open geosuite.orebit.id
load(your_drillhole.csv)
apply(workflow_above)

# Done. Ship the report.