JORC 2012 vs KCMI 2017 — Yang Perlu Diketahui Geolog Indonesia
Dua standar, satu tujuan: pelaporan resource yang transparan. Ini checklist kepatuhan praktis untuk proyek Indonesia, dan di mana JORC dan KCMI sebenarnya berbeda.
Kalau kamu pernah menyusun resource statement untuk proyek Indonesia, kamu pasti pernah mentok pada pertanyaan ini: aku melaporkan di bawah JORC atau KCMI? Jawaban jujurnya dua-duanya, dan jawaban panjangnya adalah inti tulisan ini.
JORC 2012 (Joint Ore Reserves Committee, Australasia) adalah standar internasional yang paling diharapkan kebanyakan investor asing. KCMI 2017 (Komite Cadangan Mineral Indonesia) adalah standar domestik yang diwajibkan untuk pelaporan ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral). Keduanya selaras secara semangat — sama-sama turun dari template CRIRSCO yang sama — tapi detailnya menentukan saat kamu menyusun feasibility study atau bankable report.
Yang disepakati kedua standar
Arsitektur intinya sama:
- Tiga kategori resource: Inferred → Indicated → Measured (keyakinan geologi yang meningkat)
- Dua kategori reserve: Probable → Proved (berkorespondensi dengan Indicated/Measured + modifying factors)
- Competent Person yang menandatangani (nama berbeda, konsep sama — “Qualified Person” di NI 43-101)
- Reasonable Prospects for Eventual Economic Extraction (RPEEE) — kamu tidak bisa melaporkan resource yang tidak punya jalur realistis menuju penambangan
- Table 1 kerangka pengungkapan — daftar eksplisit item yang harus ditangani
Kalau data validation, model geologi, dan metodologi estimasi-mu solid, isi laporannya 90% sama terlepas dari standar mana yang kamu kutip.
Di mana keduanya sebenarnya berbeda
1. Kualifikasi Competent Person
JORC 2012: minimal 5 tahun pengalaman relevan dalam gaya mineralisasi yang dilaporkan, anggota Recognised Professional Organization (RPO) — paling umum AusIMM, AIG, atau yang setara.
KCMI 2017: harus terdaftar sebagai Competent Person Indonesia (CPI) di bawah PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) atau IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). CP asing boleh menandatangani tapi biasanya butuh CP Indonesia sebagai co-signer untuk pengajuan ESDM.
Implikasi praktis: kalau proyekmu milik Indonesia dan melaporkan secara domestik, kamu butuh CPI di laporan. Kalau kamu melaporkan ke bursa asing (ASX, TSX), CP JORC/NI 43-101 yang berlaku. Banyak bankable study memakai keduanya.
2. Ambang batas dan cakupan pelaporan
JORC 2012: berlaku untuk public report, didefinisikan sebagai “laporan yang disusun untuk tujuan menginformasikan investor atau calon investor.” Laporan internal perusahaan tidak diwajibkan patuh JORC, tapi sebagian besar major tetap menerapkannya sebagai standar mutu.
KCMI 2017: berlaku untuk semua laporan sumber daya dan cadangan mineral yang diungkap ke publik di Indonesia, termasuk feasibility study yang diajukan ke ESDM dan laporan tahunan pemegang IUP.
Implikasi praktis: pengajuan ESDM = wajib KCMI. Pencatatan ASX/TSX = wajib JORC/NI 43-101. Proyek dual-listed butuh keduanya.
3. Pengungkapan Exploration Results
JORC: Section 1 (Sampling Techniques and Data) dan Section 2 (Reporting of Exploration Results) mencakup ini.
KCMI: section setara, tapi KCMI secara eksplisit mewajibkan pengungkapan dalam Bahasa Indonesia untuk ringkasan eksekutif dan asumsi material.
Implikasi praktis: anggarkan untuk penerjemahan. Laporan bilingual adalah norma.
4. Data validation dan QA/QC
Keduanya mewajibkan pengungkapan:
- Protokol sampling
- Sample QA/QC (blank, standard, duplicate) dan hasilnya
- Sertifikasi laboratorium
- Setiap penyesuaian data (top-cut, cap value, eksklusi)
JORC sedikit lebih preskriptif soal mengukur performa QA/QC (misalnya, “jelaskan tingkat keyakinan estimasi sumber daya mineral dan keterbatasannya”).
KCMI pada dasarnya identik di sini — keduanya turun dari template CRIRSCO.
5. Modifying Factors untuk Reserves
Untuk mengonversi Resource → Reserve, keduanya mewajibkan demonstrasi:
- Metode penambangan
- Recovery metalurgi
- Ketersediaan infrastruktur
- Izin dan perizinan
- Pemasaran
- Lingkungan dan sosial
KCMI secara khusus mewajibkan rujukan ke izin Indonesia — IUP (Izin Usaha Pertambangan), IUPK, AMDAL (analisis dampak lingkungan).
Checklist kepatuhan
Untuk proyek Indonesia yang perlu memenuhi kedua standar, ini yang aku cek sebelum sign-off:
Lapisan data
- Semua data drillhole tervalidasi (collar, survey, assay, geology) — lihat tulisan validasi drillhole
- Sample QA/QC (blank, standard, duplicate) ≥ 5% dari total sample
- Salinan sertifikat laboratorium dilampirkan
- Konvensi BDL terdokumentasi
- Rasional top-cut diungkap (kalau diterapkan)
Model geologi
- Batas domain dijustifikasi (litologi, struktur, weathering)
- Pemisahan domain diuji (ANOVA atau setara)
- Tampilan section/plan disertakan untuk review
Estimasi
- Parameter variogram diungkap (range, sill, nugget, tipe model)
- Parameter pencarian diungkap (search ellipsoid, min/max sample, pembatasan oktan)
- Metode estimasi dijustifikasi (kriging vs IDW vs nearest neighbor)
- Parameter block model diungkap (cell size, parent block, sub-blocking)
- Cross-validation atau validasi swath plot disertakan
Klasifikasi
- Kriteria Measured/Indicated/Inferred didefinisikan (drill spacing, kriging variance, dll.)
- Klasifikasi dijustifikasi relatif terhadap kontinuitas geologi
- Peta atau tabel klasifikasi disertakan
Pelaporan
- JORC Table 1 Section 1-4 lengkap (atau setara KCMI)
- Ringkasan eksekutif Bahasa Indonesia (untuk KCMI)
- Surat persetujuan Competent Person ditandatangani
- Kualifikasi dan pengalaman CP diungkap
- Asumsi material, keterbatasan, dan risiko terdaftar
- Reasonable Prospects for Eventual Economic Extraction didemonstrasikan
Modifying factors (untuk Reserves)
- Metode penambangan dan faktor dilusi/recovery
- Test work metalurgi
- Status izin (IUP, AMDAL, IUPK sebagaimana berlaku)
- Asesmen infrastruktur
- Asumsi ekonomi (harga komoditas, biaya, FX)
Kesalahan umum
Dalam review yang aku lihat, ini kegagalan yang berulang:
-
Tidak ada section JORC Table 1 — laporan punya semua isi yang tersebar di narasi, tapi tanpa pengungkapan Table 1 yang terstruktur. Perbaikan: pakai template Table 1 secara eksplisit, sekalipun terkesan repetitif.
-
Top-cut diterapkan tapi tidak diungkap — analis melakukan cap di P98 tapi tidak menyebutkannya. Auditor menemukannya di working. Kelihatan buruk. Perbaikan: selalu ungkap top-cut di section validasi assay.
-
Eksklusi tak diungkap — “kami membuang dua hole outlier dari estimasi” tanpa rasional. Sekalipun rasionalnya kuat, menghilangkannya adalah kekhawatiran JORC. Perbaikan: daftarkan tiap eksklusi beserta alasannya.
-
Parameter variogram tidak ada — section estimasi menyebut “ordinary kriging” tanpa mengungkap model variogram, range, atau sill. Reviewer tidak bisa mereplikasi. Perbaikan: sertakan tabel parameter variogram.
-
Tidak ada surat persetujuan CP — anehnya umum di filing tahap awal. Perbaikan: dapatkan surat persetujuan ditandatangani dan diarsipkan sebelum publikasi, bukan sesudahnya.
Tool yang membantu
Fase-fase Orebit GeoSuite menghasilkan output selaras JORC/KCMI secara desain:
- Phase 01 (Orebit Core): menghasilkan JORC Table 1 Section 1 (Sampling Techniques and Data) — log validasi collar/survey/assay, ringkasan QA/QC, jejak raw-to-clean.
- Phase 02 (Orebit Assay): menghasilkan rasional top-cut, penanganan BDL, uji pemisahan domain (ANOVA + boxplot), log pembuatan composite.
- Phase 03 (Orebit Resource): menghasilkan tabel parameter variogram, pengungkapan parameter pencarian, validasi kriging (cross-validation, swath plot), dan template JORC Table 1 Section 3.
Semua output bersifat deterministik dan bisa di-export sebagai PDF + CSV. Lampirkan langsung ke Table 1-mu.
Coba Core gratis → · Ambil bundle — Rp 99K → (modul satuan Rp 49K · sekali bayar · jadi milikmu selamanya)
Intinya
JORC dan KCMI bukanlah standar yang saling bersaing — keduanya adalah implementasi regional dari ide yang sama: pelaporan resource yang transparan, dapat dipertahankan, dan reproducible. Kalau data validation-mu solid, metodologimu terdokumentasi, dan CP-mu berkualifikasi dengan benar, kamu bisa melaporkan di bawah keduanya dengan satu badan pekerjaan yang sama dan sedikit perubahan section.
Pilih yang diwajibkan audiensmu. Terapkan disiplin yang lebih ketat. Tanda tangani dengan percaya diri.
Sedang menggarap laporan JORC atau KCMI dan mentok di section tertentu? Email hello@orebit.id — dengan senang hati aku berbagi contoh.
Part of the Orebit ecosystem —
geological workflow tools for drillhole validation, resource estimation, and JORC/KCMI reporting.
→ Explore GeoSuite
Try the toolkit this article uses.
Orebit GeoSuite — single-file HTML, works offline, no install. From CSV to resource report in one afternoon.
Explore GeoSuite →# From this article: open geosuite.orebit.id load(your_drillhole.csv) apply(workflow_above) # Done. Ship the report.