JORC

Checklist JORC Table 1 untuk Geolog Indonesia

Checklist pra-audit yang praktis untuk bagian-bagian JORC Table 1, dipetakan ke padanan KCMI 2017, lengkap dengan jebakan konteks-Indonesia yang benar-benar ditangkap auditor.

JORC Table 1 adalah tempat laporan sumberdaya yang bagus berdiri tegak dan yang lemah ambruk. Inilah kerangka pengungkapan terstruktur yang memaksamu menjawab setiap bagian dari data dan metodologi yang perlu dilihat investor. Sebagian besar temuan audit setingkat-penolakan yang aku lihat beberapa tahun terakhir bisa dilacak balik ke satu bagian Table 1 yang dilewati, dijawab asal-asalan, atau disalin dari proyek sebelumnya tanpa memeriksa apakah masih relevan.

Tulisan ini adalah checklist pra-audit yang aku pakai pada proyek-proyek Indonesia. Ia menelusuri setiap bagian Table 1, apa yang sebenarnya dicari auditor, jebakan konteks-Indonesia (terjemahan, konvensi QC, asumsi densitas), dan padanan KCMI 2017 untuk tiap item. Pakai ini sebagai review terakhir sebelum menandatangani.

Untuk konteks lebih luas soal penyelarasan JORC vs KCMI, lihat JORC 2012 vs KCMI 2017.

Apa sebenarnya Table 1 itu

JORC 2012 Table 1 terbagi menjadi empat bagian:

  • Section 1: Sampling Techniques and Data
  • Section 2: Reporting of Exploration Results
  • Section 3: Estimation and Reporting of Mineral Resources
  • Section 4: Estimation and Reporting of Ore Reserves

Setiap bagian punya daftar “kriteria” dan kolom “penjelasan” yang harus kamu jawab. Kamu entah mendeskripsikan apa yang dilakukan, atau menyatakan secara eksplisit bahwa kriteria itu tidak berlaku dan kenapa.

KCMI 2017 punya tabel padanan (Tabel 1 di Lampiran), dengan struktur yang sangat mirip. Kriterianya selaras sekitar 95% satu-lawan-satu. Perbedaannya kebanyakan seputar persyaratan izin dan pengungkapan yang spesifik Indonesia.

Kegagalan Table 1 yang paling umum bukan jawaban yang salah. Tapi sel kosong di tempat penjelasan seharusnya ada. “Tidak berlaku” tanpa alasan diperlakukan sebagai informasi yang hilang.

Section 1: Sampling Techniques and Data

Di sinilah auditor menghabiskan waktu paling banyak, dan tempat tim junior meremehkan kedalaman pengungkapan yang dibutuhkan.

1.1 Sampling techniques

Yang dicari auditor:

  • Protokol sampling per tipe pemboran (DDH, RC, AC, channel)
  • Ukuran sampel, rantai persiapan sampel, sub-sampling di lab
  • Apakah sampling sudah sesuai standar industri untuk gaya endapan tersebut
  • Apakah perubahan protokol di tengah proyek diungkapkan

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Proyek lama sering punya beberapa kampanye sampling yang membentang satu dekade. Protokol berubah, sering tanpa dokumentasi. Auditor akan bertanya “kenapa interval sampel di 2008 berbeda dengan 2018?”
  • Masalah terjemahan di log lama: “channel sample” di log Bahasa lama kadang merujuk ke chip sampling, kadang channel sungguhan. Verifikasi dengan geolog aslinya kalau memungkinkan.
  • Endapan free gold di Kalimantan dan Sulawesi sering punya ukuran sampel yang terlalu kecil untuk ukuran butirnya. Ungkapkan Gy fundamental sampling error kalau kamu punya. Kalau tidak, ungkapkan bahwa kamu tidak punya.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Teknik pengambilan contoh.”

1.2 Drilling techniques

Yang dicari auditor:

  • Tipe pemboran, ukuran bit, metode recovery
  • Protokol casing, mud atau udara, water sampling
  • Operator dan tipe rig kalau relevan dengan kualitas recovery

Jebakan konteks-Indonesia:

  • RC drilling di profil tropis yang terlapukkan dalam bisa mengalami kehilangan sistematis di regolit. Angka recovery di bawah 80% pada 30m teratas itu biasa. Ungkapkan secara eksplisit.
  • Kontraktor diamond drilling di area IUP terpencil kadang memakai rig lama dengan spek bit berbeda dari yang dimaksud proyek. Verifikasi apa yang benar-benar dibor, bukan apa yang dispesifikasikan.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Teknik pemboran.”

1.3 Drill sample recovery

Yang dicari auditor:

  • Persentase recovery per lubang, per interval
  • Hubungan antara recovery dan kadar (recovery rendah = bias kadar?)
  • Tindakan yang diambil pada interval recovery rendah

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Profil Ni lateritik di Halmahera dan Sulawesi bisa punya masalah recovery di zona limonit di mana batuannya pada dasarnya debu. Ungkapkan distribusi recovery dan cutoff yang dipakai untuk mengeksklusi sampel recovery rendah.
  • Log lama sering melaporkan recovery sebagai satu angka per run pemboran (3m atau 6m), bukan per interval yang di-sampling. Konversi ke recovery per-sampel itu pendekatan kasar.

Scatter plot kadar versus recovery, per domain, butuh 10 menit untuk dibuat dan menjawab pertanyaan auditor sebelum mereka bertanya.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Perolehan contoh dari pemboran.”

1.4 Logging

Yang dicari auditor:

  • Detail logging (litologi, alterasi, mineralisasi, struktur, pelapukan)
  • Apakah logging bersifat kualitatif, kuantitatif, atau keduanya
  • Kualifikasi dan supervisi logger
  • Konsistensi logging di seluruh proyek

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Log multi-bahasa itu nyata. Lubang-lubang lama mungkin di-log dalam Bahasa dengan ringkasan Inggris. Terjemahan di antara keduanya sering punya pergeseran terminologi (mis. “lapuk” dipetakan ke “weathered” tapi dengan sub-kategori berbeda).
  • Kamus kode litologi yang tidak terdokumentasi adalah tanda bahaya audit. Kalau database punya 47 kode unik dan tak seorang pun bisa menjelaskan apa arti GR-X-2, itu jadi temuan.
  • Logging alterasi pada sistem porphyry sering tidak konsisten antar logger. Minta satu geolog memvalidasi ulang sampel beberapa lubang demi konsistensi alterasi.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Logging.”

1.5 Sub-sampling techniques and sample preparation

Yang dicari auditor:

  • Protokol sub-sampling di lab (riffle splitter, rotary, scoop)
  • Spesifikasi crush dan pulverize
  • Pulverisasi pulp sesuai standar industri (biasanya 85% atau 90% lolos 75 mikron)
  • Kontraktor persiapan sampel dan sertifikasinya

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Beberapa lab Indonesia yang lebih kecil masih memakai scoop subsampling (metode yang diketahui bias). Kalau proyekmu punya prep lab yang dikerjakan lab domestik kecil, verifikasi protokolnya.
  • Pengecekan granulometri pulp (persyaratan 85% lolos 75 mikron) sering dilewati. Auditor akan minta buktinya.
  • Reference sample dan round-robin testing antar beberapa lab itu jarang pada proyek Indonesia kecil tapi makin diharapkan untuk bankable studies.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Teknik sub-sampling dan persiapan contoh.”

1.6 Quality of assay data and laboratory tests

Yang dicari auditor:

  • Sertifikasi lab (ISO 17025 atau setara)
  • Metode analitik per unsur
  • Detection limit
  • Tingkat submisi QA/QC (blank, standard, duplicate)
  • Hasil performa QA/QC

Jebakan konteks-Indonesia:

  • “QC blank yang tidak benar-benar blank” adalah temuan proyek-Indonesia paling umum yang aku lihat. Field blank terkontaminasi saat transport, atau coarse blank yang sebenarnya tidak di bawah deteksi. Jalankan ringkasan performa blank. Kalau mean blank-mu di atas detection limit lebih dari 2x, kamu punya masalah kontaminasi.
  • Standard (CRM) yang dipesan secara lokal dari supplier tak bersertifikat adalah tanda bahaya. Pakai CRM komersial dari penyedia mapan (OREAS, CDN, Geostats).
  • Duplicate yang disubmit di lab yang sama versus lab berbeda adalah pilihan desain yang perlu diungkapkan. Inter-lab duplicate adalah bukti yang lebih kuat.
QC submission rate target (rule of thumb):
  - Blanks:     5% of samples (1 per ~20 samples)
  - Standards:  5% of samples (1 per ~20 samples)
  - Duplicates: 5% of samples (1 per ~20 samples)
  Total QC overhead: ~15% of samples assayed

Below 10% total QC: hard to defend at audit.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Kualitas data assay dan uji laboratorium.”

1.7 Verification of sampling and assaying

Yang dicari auditor:

  • Verifikasi independen terhadap sample ID, interval, dan hasil assay
  • Apakah CP atau geolog senior lain secara fisik memeriksa core/drill sample
  • Verifikasi database (re-keying, pengecekan otomatis)

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Kunjungan ke area IUP terpencil kadang “didokumentasikan” dengan satu foto dan satu tanggal. Auditor akan minta log kunjungan yang sebenarnya: lubang mana yang diperiksa, interval mana, temuan apa.
  • Re-assay sebagian (biasanya 5%) di referee lab adalah praktik terbaik untuk bankable studies dan sering dilewati pada pekerjaan tingkat PEA.

Padanan KCMI: Tabel 1 Bagian 1, kriteria “Verifikasi pengambilan contoh dan assay.”

1.8 Location of data points

Yang dicari auditor:

  • Metode survey untuk collar (DGPS, total station, handheld GPS)
  • Pengungkapan sistem koordinat (zona UTM, WGS84 vs datum lokal)
  • Kontrol topografi (sumber DEM, interval kontur)

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Kesalahan sistem koordinat ternyata cukup umum. Zona UTM di sekitar khatulistiwa (zona 47, 48, 49, 50, 51, 52 mencakup Indonesia) tertukar antar area proyek. Verifikasi zona secara eksplisit per lubang.
  • Proyek lama memakai sistem grid lokal (spesifik proyek) yang tidak diikat balik ke UTM dengan benar. Kesalahan transformasi datum hingga 100+ meter bisa terjadi.
  • Ketidakcocokan datum Bakosurtanal vs WGS84 terakumulasi sekitar 4m secara horizontal di Sumatra. Tidak selalu diungkapkan.

1.9 Data spacing and distribution

Yang dicari auditor:

  • Spasi drillhole per area, per kategori klasifikasi
  • Justifikasi spasi relatif terhadap geometri endapan
  • Diagram rencana program pemboran

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Pemboran eksplorasi awal pada Ni lateritik atau Au sediment-hosted sering memakai spasi 100m atau 200m yang terlalu lebar untuk Indicated. Solusinya bukan menaikkan klasifikasi; tapi mengebor lebih banyak.

1.10 Orientation of data in relation to geological structure

Yang dicari auditor:

  • Orientasi pemboran relatif terhadap strike dan dip badan bijih
  • Apakah pemboran membuat bias sampling (mis. mengebor sejajar sistem vein)
  • Keterwakilan sampling

1.11 Sample security

Yang dicari auditor:

  • Chain of custody dari drill rig sampai lab
  • Penyegelan kantong sampel, dokumentasi transport, konfirmasi penerimaan lab

Jebakan konteks-Indonesia:

  • Transport sampel melintasi area terpencil (Kalimantan ke Surabaya, Sulawesi ke Jakarta) sering melibatkan beberapa kali alih-kapal. Celah dokumentasi itu umum. Praktik terbaik: kantong tersegel dengan nomor seri, difoto di tiap titik serah-terima.

1.12 Audits or reviews

Yang dicari auditor:

  • Audit internal yang dilakukan selama proyek
  • Review teknis eksternal
  • Temuan dan penyelesaiannya

Section 2: Reporting of Exploration Results

Sebagian besar proyek Indonesia dengan pernyataan Resource hanya melewati Section 2 sekilas karena fokusnya ada di Section 3. Itu wajar kalau Section 1 solid dan riwayat eksplorasinya pendek. Untuk proyek dengan riwayat eksplorasi panjang, Section 2 butuh detail lebih.

Item-item kunci:

  • Status tenement mineral dan land tenure (nomor IUP/IUPK, status, kedaluwarsa, pemegang)
  • Eksplorasi yang dilakukan pihak lain pada tenement yang sama (laporan historis)
  • Ringkasan geologi
  • Informasi drill hole (koordinat collar, dip, azimuth, panjang lubang, panjang intercept)
  • Metode agregasi data
  • Hubungan antara lebar mineralisasi dan panjang intercept
  • Diagram (plan view, penampang)
  • Pelaporan yang berimbang (kadar tinggi DAN kadar rendah, bukan cherry-picking)
  • Data eksplorasi substantif lainnya
  • Pekerjaan lanjutan yang direncanakan

Section 3: Estimation and Reporting of Mineral Resources

Di sinilah kedalaman teknis berada. Kriteria-kriteria di bawah ini memetakan dengan rapat ke workflow variografi, compositing, dan top-cut.

Item kunci dan apa yang dicari auditor:

  • Integritas database: lihat validasi drillhole. Audit log, exception report.
  • Kunjungan lapangan: CP secara fisik mengunjungi lokasi. Tanggal, cakupan, temuan.
  • Interpretasi geologi: definisi domain, interpretasi alternatif yang dipertimbangkan.
  • Dimensi: rentang endapan dalam tiga dimensi.
  • Teknik estimasi dan pemodelan: kriging vs IDW, parameter search, dimensi block model.
  • Moisture: konvensi tonase wet vs dry.
  • Parameter cut-off: justifikasi ekonomi, teknis.
  • Faktor atau asumsi penambangan: bahkan di tahap Resource, RPEEE mensyaratkan metode penambangan nosional.
  • Faktor metalurgi: asumsi recovery nosional.
  • Faktor lingkungan: karakterisasi waste nosional.
  • Bulk density: ini jebakan konteks-Indonesia yang besar. Lihat di bawah.
  • Klasifikasi: kriteria Measured/Indicated/Inferred dengan angka, bukan kata sifat.
  • Audit atau review: review eksternal apa pun terhadap estimasi.
  • Pembahasan akurasi/kepercayaan relatif: kuantitatif kalau bisa, minimal kualitatif.

Jebakan asumsi densitas

Bulk density adalah satu item yang paling kurang diungkapkan di banyak pernyataan Resource Indonesia. Pola yang umum:

  • Satu nilai densitas per tipe bijih tanpa bukti pengukuran. “Sulfida = 2,7 t/m³, oksida = 2,3 t/m³” tanpa data pengukuran.
  • Densitas diukur pada sampel kering tapi tonase dilaporkan basis basah (atau sebaliknya) tanpa konversi moisture.
  • Profil Ni lateritik dengan densitas yang sangat bervariasi (1,2 sampai 1,8 t/m³ di limonit, 1,6 sampai 2,4 t/m³ di saprolit) dilaporkan sebagai satu rata-rata.

Solusinya jelas: ukur densitas pada sampel yang representatif (minimal 50+ sampel per domain), laporkan distribusinya, dan pakai densitas spesifik-domain atau block-per-block ketimbang nilai global. Dokumentasikan metode pengukurannya (water displacement, caliper, gamma-gamma).

Tipe endapan Densitas tipikal (kering t/m³) Tanda variabilitas
Porphyry Cu (sulfida) 2,65 sampai 2,85 Rendah
Ni lateritik (limonit) 1,2 sampai 1,8 Tinggi
Ni lateritik (saprolit) 1,6 sampai 2,4 Tinggi
Batubara (sub-bituminous) 1,3 sampai 1,5 Sedang
Au sediment-hosted (oksida) 2,1 sampai 2,5 Sedang
Au gaya-vein (sulfida) 2,6 sampai 2,9 Rendah
Bauksit 2,0 sampai 2,6 Tinggi (profil regolit)

Section 4: Ore Reserves (bila berlaku)

Untuk pelaporan Reserve, semua kriteria Resource tetap berlaku, plus:

  • Metode penambangan dan modifying factors
  • Recovery metalurgi dari test work (bukan asumsi)
  • Ekonomi cut-off grade
  • Izin yang benar-benar dipegang (IUP, IUPK, AMDAL, IPPKH bila berlaku)
  • Infrastruktur (pelabuhan, jalan, listrik)
  • Studi pemasaran
  • Asumsi ekonomi (harga komoditas, kurs, biaya)

KCMI mensyaratkan rujukan eksplisit ke pemegang IUP dan nomor IUP/IUPK untuk setiap Reserve yang dilaporkan. Ini tidak bisa ditawar. Verifikasi dengan korporat sebelum submisi.

Checklist pra-audit

Cetak ini. Pakai seminggu sebelum laporan keluar.

Section 1 (Sampling and Data)

  • Protokol sampling terdokumentasi per tipe pemboran
  • Teknik pemboran diungkapkan termasuk ukuran bit dan metode recovery
  • Distribusi recovery per domain, penanganan recovery rendah terdokumentasi
  • Kamus logging terlampir, konsistensi multi-bahasa terverifikasi
  • Protokol sub-sampling diungkapkan per lab
  • Sertifikasi lab terlampir (ISO 17025)
  • Tingkat submisi QA/QC ≥10% dari total sampel
  • Performa blank: mean di bawah 2x detection limit
  • Standard: bias dan presisi per CRM, dalam ±10%
  • Duplicate: distribusi half-relative-difference dianalisis
  • Sistem koordinat eksplisit (zona UTM, datum)
  • Spasi pemboran dijustifikasi per kategori klasifikasi
  • Sample security dan chain of custody terdokumentasi
  • Verifikasi independen terdokumentasi (re-assay subset, log kunjungan lapangan)

Section 3 (Resource Estimation)

  • Laporan validasi database terlampir (lihat validasi drillhole)
  • Domain geologi didefinisikan dengan tampilan penampang
  • Keputusan top-cut per domain, perbandingan tiga metode terdokumentasi
  • Protokol compositing terdokumentasi, preservasi mean terverifikasi
  • Parameter variogram per domain (range, sill, nugget, tipe model, anisotropi)
  • Parameter search ellipsoid (orientasi, range, sampel min/max, oktan)
  • Dimensi block model dan strategi sub-blocking
  • Metode pengukuran bulk density, jumlah sampel, distribusi per domain
  • Konvensi moisture (wet/dry) eksplisit
  • Validasi estimasi: cross-validation, swath plot, inspeksi visual
  • Kriteria klasifikasi dengan ambang numerik (spasi pemboran, kriging variance)
  • Cut-off grade dengan basis ekonomi
  • Pernyataan RPEEE
  • Surat consent CP ditandatangani dan diberi tanggal

Item spesifik-Indonesia

  • Nomor IUP/IUPK, status, kedaluwarsa terverifikasi
  • Status AMDAL terdokumentasi
  • Ringkasan eksekutif Bahasa Indonesia (untuk KCMI)
  • Tanda tangan bersama CPI diperoleh (untuk submisi KCMI)
  • Sertifikasi lab domestik terverifikasi

Di mana Orebit GeoSuite berperan

Fase-fase toolkit menghasilkan output yang selaras JORC dan KCMI secara desain:

  • Fase 01 (Orebit Core): laporan validasi, ringkasan QA/QC, kamus litologi, semua diformat sebagai lampiran Section 1.
  • Fase 02 (Orebit Assay): analisis top-cut per domain (tiga metode dibandingkan), log compositing dengan laporan preservasi mean, dokumentasi penanganan BDL.
  • Fase 03 (Orebit Resource): tabel parameter variogram, pengungkapan search ellipsoid, paket validasi kriging (cross-validation + swath plot + pengecekan global mean), dokumentasi kriteria klasifikasi.

Setiap output bisa diekspor sebagai PDF + CSV. Lampirkan langsung ke Table 1. Sifat workflow yang deterministik dan reprodusibel berarti seorang auditor bisa menjalankan ulang langkah mana pun dari input-mu dan mendapat angka yang sama.

Coba Core gratis → · Ambil bundle — Rp 99K → (modul satuan Rp 49K · sekali bayar · jadi milikmu selamanya)

Intinya

Table 1 itu bukan birokrasi. Ia adalah cara terstruktur untuk berkata “ini semua yang aku lakukan, ini buktinya, ini di mana posisinya dalam standar.” Dikerjakan dengan baik, ia jadi pertahanan terkuat melawan temuan audit. Dikerjakan asal-asalan, ia jadi peta jalan auditor menuju titik-titik lemahmu.

Konteks Indonesia menambah jebakan spesifik seputar terjemahan, QC blank, densitas, dan izin. Tidak ada satu pun yang eksotis. Semuanya bisa diperiksa di awal dengan disiplin yang tepat.

Jalankan checklist-nya. Perbaiki celahnya. Tanda tangan dengan percaya diri.


Sedang me-review Table 1 sebelum submisi dan ingin sepasang mata segar? Email hello@orebit.id dengan bagian yang paling kamu khawatirkan. Aku baca semuanya.

Part of the Orebit ecosystem — geological workflow tools for drillhole validation, resource estimation, and JORC/KCMI reporting.
→ Explore GeoSuite

Try it

Try the toolkit this article uses.

Orebit GeoSuite — single-file HTML, works offline, no install. From CSV to resource report in one afternoon.

Explore GeoSuite →
# From this article:
open geosuite.orebit.id
load(your_drillhole.csv)
apply(workflow_above)

# Done. Ship the report.