KCMI Checklist — 12 Hal yang Bakal Ditanya Auditor
12 pertanyaan yang ditanya auditor KCMI: data validation, QA/QC, variogram, kriging, klasifikasi. Checklist praktis untuk Indonesian resource reporting.
Audit KCMI itu pengalaman yang bikin depositor senior pun deg-degan. Aku pernah duduk di sisi auditor — di sisi Competent Person yang di-audit. Kedua sisi sama-sama gatal. Tapi kalau kamu tau 12 pertanyaan yang pasti ditanya, deg-depan itu berubah jadi persiapan.
Tulisan ini checklist praktis: 12 hal yang hampir pasti ditanyakan auditor saat nge-review resource report KCMI 2017 (dan JORC 2012, karena overlap-nya 90%). Tiap point aku jelasin kenapa auditor nanya, apa jawaban yang diharapkan, dan bagaimana GeoSuite ngebantu nge-dokumentasi.
Kalau kamu lagi nge-persiapan audit, baca ini, check satu-satu, dan jangan lupa: tidak ada yang lebih buruk daripada ketahuan nggak tau jawaban pertanyaan yang udah diprediksi.
Apa itu KCMI 2017?
KCMI (Komite Cadangan Mineral Indonesia) 2017 adalah standar nasional Indonesia untuk pelaporan sumber daya dan cadangan mineral. Turunan dari template CRIRSCO international — sama leluarga dengan JORC (Australasia), NI 43-101 (Kanada), SAMREC (Afrika Selatan). Standar ini wajib untuk:
- Pelaporan ke ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)
- Feasibility study yang disubmit ke pemerintah
- Pelaporan publik cadangan di Bursa Efek Indonesia
Untuk proyek yang dual-listed (misal ASX + Indonesia), kamu biasanya perlu KCMI + JORC. Berita baiknya: 90% isi report sama. Berita buruknya: 10% sisanya —Competent Person qualification, format disclosure, bahasa — bisa bikin kamu kena audit kalau nggak dipersiapin.
KCMI menuntut sign-off dari Competent Person Indonesia (CPI) yang terdaftar di PERHAPI atau IAGI. Itu detail yang sering bikin proyek foreign-owned tertunda — mereka punya JORC CP, tapi nggak punya CPI. Rencanakan dari awal.
12 hal yang bakal ditanya auditor
1. Bagaimana kamu memvalidasi data drillhole?
Pertanyaan ini selalu pertama. Auditor mau tau apakah kamu punya prosedur validasi yang sistematis, bukan “aku percaya database-nya.”
Yang diharapkan: ringkasan validasi yang mencakup collar (unique ID, koordinat, elevasi), survey (azimuth, dip, depth monotonic), assay (overlap, gap, BDL convention, unit consistency), dan cross-table join completeness. Format: tabel Pass/Fail per kategori, dengan catatan untuk exception.
Yang sering bikin masalah: nggak ada ringkasan validasi tertulis. “Database udah di-clean sama data entry” bukan jawaban. JORC Table 1 Section 1 eksplisit nuntut disclosure prosedur validasi.
Bagaimana GeoSuite membantu: Core Web module generate ringkasan validasi otomatis — 6 check kategori, format PDF, attach ke Table 1. Lihat juga checklist validasi data drillhole yang udah aku tulis sebelumnya.
2. Berapa persentase sample QA/QC (blank, standard, duplicate)?
Auditor mau konfirmasi bahwa QA/QC samples ≥5% dari total sample, dan bahwa hasilnya di-monitor.
Yang diharapkan: ringkasan QA/QC dengan:
- Standards: di-set per batch, recovery dalam ±2SD (2 standard deviation) dari certified value
- Blanks: di-set per batch, blank value <3x lower detection limit
- Duplicates: field duplicate + pulp duplicate, dengan.precision metric (HV, RPD, atau R²)
- Total percentage: ≥5% dari total sample
Yang sering bikin masalah: QA/QC di-claim “≥5%” tapi nggak ada control chart. Atau ada failure tapi nggak ada dokumentasi corrective action.
Bagaimana GeoSuite membantu: Assay module nge-track QA/QC samples otomatis, generate control chart, dan flag failure di luar ±2SD. Report PDF langsung attach ke Table 1.
3. Apa konvensi BDL (Below Detection Limit) kamu?
Pertanyaan teknis tapi krusial. BDL handling mempengaruhi statistik terutama di low-grade domain.
Yang diharapkan: konvensi tunggal yang didokumentasi. Pilihan umum:
- Half detection limit (e.g., 0.005 gpt jika DL = 0.01 gpt)
- Full detection limit
- -1 sebagai placeholder, di-replace sebelum estimasi
Yang sering bikin masalah: campuran konvensi dalam satu database (sebagian 0, sebagian -1, sebagian string “BDL”). Atau konvensi nggak didokumentasi — auditor harus nebak.
Bagaimana GeoSuite membantu: Assay module nge-flag inconsistent BDL encoding, dan konsolidsasi ke konvensi tunggal yang kamu pilih. Audit log nge-catat konversi.
4. Bagaimana kamu menentukan domain estimation?
Domain itu fondasi estimasi. Auditor mau tau apakah domain kamu berbasis geologi (lithology, structure, weathering) atau arbitrer (grade shell).
Yang diharapkan: justifikasi domain per boundary. Untuk grade shell: kutip grade threshold + metode (indicator kriging, probabilistic, atau hard threshold). Untuk lithology domain: kutip logging procedure + cross-section validation. Untuk structure-controlled domain: kutip structural data (foliation, fault orientation).
Yang sering bikin masalah: domain didefinisikan di software tapi nggak ada justifikasi tertulis kenapa boundary di situ. Atau domain di-claim “geological” tapi sebenarnya grade-based, yang nggak konsisten dengan diskusi di report text.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-track domain definition, dan ANOVA per domain otomatis — F-statistic + p-value nge-quantify apakah domain separation terjustifikasi secara statistik.
5. Apa parameter variogram yang kamu pakai?
Pertanyaan klasik. Auditor mau liat variogram model + parameter, bukan cuma kata “ordinary kriging.”
Yang diharapkan: tabel parameter per domain:
- Model type (spherical, exponential, nested)
- Nugget
- Sill (atau partial sills kalau nested)
- Range per direction (major, semi-major, minor)
- Anisotropy ratio
Plus experimental variogram plot dengan pair count per lag.
Yang sering bikin masalah: parameter variogram nggak didisclose. Atau di-disclose tapi experimental variogram nggak di-attach — auditor nggak bisa nge-validasi apakah model fit masuk akal.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-render experimental variogram + model fit + pair count per lag, dan export parameter table. Lihat juga anatomi variogram untuk geologist yang benci matematika buat konteks teoritis.
6. Kenapa kamu pilih metode estimasi itu (OK, IDW, NN)?
Auditor mau justifikasi pemilihan metode, bukan “biasanya pakai OK.”
Yang diharapkan: justifikasi yang mencakup:
- Kenapa OK (ordinary kriging): minimization of estimation variance, account for spatial autocorrelation via variogram
- Kenapa IDW (inverse distance weighting): simpler, no variogram required, gunakan kalau data terlalu sparse untuk variogram reliable
- Kenapa NN (nearest neighbor): baseline comparison, atau untuk validate kriging neighborhood
Plus: hasil perbandingan metode (swath plot OK vs IDW vs NN) yang nunjukin OK konsisten atau lebih baik.
Yang sering bikin masalah: cuma OK tanpa comparison. Atau IDW tanpa justifikasi kenapa bukan OK.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-jalanin OK, IDW, dan NN di satu run, dan generate swath plot comparison. Auditor ngeliat semua tiga, dengan parameter identik.
7. Apa parameter search ellipsoid kamu?
Pertanyaan teknis tentang kriging neighborhood.
Yang diharapkan: per domain:
- Search radius (biasanya 2.5x variogram range)
- Min/max samples (typical 8-20)
- Octant restriction (e.g., min 1 sample per octant, max 3)
- Anisotropy ratio (sama dengan variogram anisotropy)
Plus: kriging neighborhood analysis (KNA) yang nge-justifikasi pilihan min/max samples.
Yang serang bikin masalah: search parameter nggak konsisten dengan variogram anisotropy. Atau min samples = 1, yang bikin beberapa block di-estimate dari 1 sample (functionally NN).
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-suggest search radius dari variogram range, dan KNA otomatis nge-test min/max sample range. Audit log nge-catat parameter final.
8. Bagaimana kamu nge-justifikasi top-cut?
Pertanyaan politis. Auditor mau tau apakah top-cut kamu based on data atau arbitrer.
Yang diharapkan: per domain:
- Pre-cut distribution (histogram, percentiles P95-P99.9, max value)
- Cut value applied (e.g., P98)
- Number of samples affected + percentage
- Mean change + variance change
- Justification: “P98 chosen karena menstabilkan variogram eksperimental” atau “P97.5 karena P98 nggak cukup cap outlier di domain SED-1”
Yang sering bikin masalah: “P98 karena konsultan sebelumnya pakai P98.” Itu bukan justifikasi. Atau top-cut applied tapi nggak di-disclose di report.
Bagaimana GeoSuite membantu: Assay module generate Before/After summary otomatis — mean change, variance change, sample count affected. Lihat post tentang validasi Before/After gaya Snowden Supervisor untuk workflow lengkap.
9. Apa kriteria klasifikasi (Measured, Indicated, Inferred)?
Auditor mau tau apakah kriteria klasifikasi kamu berbasis data (drill spacing, kriging variance) atau judgment subyektif.
Yang diharapkan: kriteria terdefinisi per kategori:
- Measured: drill spacing ≤ X meter, kriging variance ≤ Y, continuity geology terverifikasi
- Indicated: drill spacing X-Y meter, kriging variance Y-Z
- Inferred: drill spacing Y-Z meter, atau extrapolasi terbatas
Plus: peta klasifikasi + tabel tonnage/grade per kategori.
Yang sering bikin masalah: kriteria klasifikasi nggak didokumentasi. Atau di-document tapi nggak konsisten dengan yang di-apply di block model.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-apply klasifikasi otomatis berdasarkan kriteria yang kamu set (drill spacing, kriging variance, atau kombinasi). Klasifikasi map ke-render di section view.
10. Bagaimana kamu nge-validasi block model?
Auditor mau liat validasi estimasi, bukan cuma estimasi.
Yang diharapkan: minimal tiga validasi:
- Swath plot: estimasi vs composite per band (X, Y, Z direction) — estimasi harus follow composite dengan smoothing
- Cross-validation (jackknife): leave-one-out, kriging estimate vs actual composite, dengan slope dan correlation
- Visual validation: block model vs composite di section view, per domain
Yang sering bikin masalah: nggak ada validasi sama sekali. Atau cuma visual “looks OK” tanpa swath plot atau cross-validation quantitative.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-generate swath plot otomatis (X, Y, Z direction), cross-validation dengan slope + correlation metric, dan section view block vs composite. Semua ke-export sebagai PDF validation report.
11. Apa Reasonable Prospects for Eventual Economic Extraction (RPEEE) kamu?
Pertanyaan yang sering ke-skip di early-stage project. Auditor KCMI (dan JORC) eksplisit nuntut ini — kamu nggak bisa nge-report resource yang nggak punya realistic path to mining.
Yang diharapkan: pembahasan yang mencakup:
- Mining method yang plausible (open pit, underground, atau kombinasi)
- Pit shell / stope shell yang demonstrate recoverable proportion
- Economic assumption (commodity price, recovery, cost) — dengan disclaimer bahwa ini preliminary
- Cut-off grade yang dipakai untuk resource reporting
Yang sering bikin masalah: nggak ada pembahasan RPEEE di report. Atau ada, tapi nggak ada pit shell / stope shell yang mendukung.
Bagaimana GeoSuite membantu: Resource module nge-support pit shell optimization sederhana (Lerchs-Grossmann) dengan parameter economic yang kamu input. Output: recoverable resource tonnage per kategori, dengan cut-off grade disclosure.
12. Siapa Competent Person kamu, dan apa kualifikasinya?
Pertanyaan administratif tapi fatal kalau nggak siap.
Yang diharapkan: untuk KCMI:
- CPI terdaftar di PERHAPI atau IAGI
- 5+ tahun pengalaman relevant dengan style of mineralization yang di-report
- CP consent letter signed, dengan disclosure of interest
Untuk JORC (kalau dual-reporting):
- RPO member (AusIMM, AIG, atau equivalent)
- 5+ tahun pengalaman relevant
- JORC CP consent signed
Yang sering bikin masalah: CP nggak terdaftar sebagai CPI (untuk KCMI submission). Atau CP consent letter nggak disiapkan sebelum publication. Atau CP pengalaman relevan nggak didokumentasi.
Bagaimana GeoSuite membantu: Nggak langsung — ini administratif. Tapi GeoSuite nge-generate semua technical appendix (variogram, validation, ANOVA, top-cut, search parameter) yang CP lampirkan saat nge-sign consent. CP-mu sign off pada estimasi yang ke-documented end-to-end.
Bagaimana GeoSuite membantu secara keseluruhan
Secara umum, GeoSuite nge-jawab 9 dari 12 pertanyaan di atas dengan technical appendix yang ke-generate otomatis:
- Drillhole validation summary → Core Web module
- QA/QC control chart → Assay module
- BDL convention audit → Assay module
- Domain ANOVA → Assay module
- Variogram parameter table → Resource module
- Estimation method comparison (OK/IDW/NN) → Resource module
- Search parameter + KNA → Resource module
- Top-cut Before/After → Assay module
- Block model validation (swath, cross-validation) → Resource module
Yang tersisa (klasifikasi, RPEEE, CP qualification) tetap judgment call yang kamu — Competent Person — yang nge-tanggung. Tapi technical basis untuk semua itu ke-documented di GeoSuite output.
Spesifikasi produk: Aligned dengan SNI 4726:2019, KCMI, dan JORC reference standards. Single self-contained tool, ofline, tanpa install ribet, tanpa upload data ke server pihak ketiga. Kamu pegang kontrol penuh atas data dan workflow.
Bottom line
Audit KCMI itu predictable kalau kamu siap. 12 pertanyaan di atas itu yang akan ditanya. Kunci jawaban untuk semua: dokumentasi tertulis, parameter terdisclose, justifikasi per decision. Auditor nggak mencari kesempurnaan — mereka mencari traceability.
Kalau kamu nggak bisa nunjukin dokumentasi untuk satu dari 12 point di atas, itu red flag. Kalau kamu nggak bisa untuk tiga atau lebih, audit-mu bermasalah.
Mulai persiapan dari awal proyek, bukan dari 1 minggu sebelum audit. Workflow yang reproducible dari hari pertama = audit yang relatif painless di hari terakhir.
Lagi persiapan audit KCMI atau JORC? Coba GeoSuite Core Web gratis di laptop kamu — semua technical appendix untuk 9 dari 12 pertanyaan di atas ke-generate ofline, tanpa install ribet, tanpa upload data. Email aku di hello@orebit.id kalau mau diskusi scenario audit spesifik.
Part of the Orebit ecosystem —
geological workflow tools for drillhole validation, resource estimation, and JORC/KCMI reporting.
→ Explore GeoSuite
Try the toolkit this article uses.
Orebit GeoSuite — single-file HTML, works offline, no install. From CSV to resource report in one afternoon.
Explore GeoSuite →# From this article: open geosuite.orebit.id load(your_drillhole.csv) apply(workflow_above) # Done. Ship the report.